Metal: Bagaimana Logam Meleleh? - Pe Jung Labs

Metal: Bagaimana Logam Meleleh?

Pisau, garpu, kapal, truk, dan bahkan jembatan dapat dibuat dari berbagai jenis baja. Baja sangat kuat dan merupakan salah satu bahan yang paling berguna di dunia. Jutaan ton baja diproduksi setiap tahun.

Baja mengandung besi yang dicampur dengan logam lain dan unsur yang disebut karbon. Campuran seperti ini yang sebagian besar mengandung logam disebut paduan. Seperti kebanyakan logam lainnya, besi ditemukan di bebatuan. Batuan yang mengandung besi disebut bijih besi. Sebagian dari bijih besi hanyalah batuan yang tidak berguna, tetapi sisanya adalah besi atau senyawa yang disebut oksida besi. Senyawa ini terdiri dari molekul-molekul besi dan oksigen. Sebelum dapat digunakan untuk membuat baja, besi harus dipisahkan dari batuan dan oksigen. Ini biasanya dilakukan dengan metode pemanasan khusus yang disebut peleburan. Kadang-kadang proses yang disebut reduksi langsung digunakan.

Metal: Bagaimana Logam Meleleh? - Pe Jung Labs

Peleburan dilakukan di tanur tinggi. Tungku sembur yang besar dapat menghasilkan sekitar 3.000 ton besi dalam 24 jam

Apa yang Terjadi dalam Peleburan?

Bijih besi dicampur dengan batu kapur dan kokas. Campuran tersebut dimasukkan ke bagian atas tanur tinggi. Semburan udara panas dihembuskan ke bagian bawah tungku. Kokas, yang terbuat dari batu bara, mudah terbakar dan segera menjadi sangat panas. Hasil gas yang disebut karbon monoksida. Karbon monoksida mengambil oksigen dari oksida besi. Reaksi ini menghasilkan besi dan gas lain yang disebut karbon dioksida.

Besi kemudian meleleh dalam panas yang kuat dan menetes ke dasar tungku. Pada saat yang sama, batu dalam bijih besi bereaksi dengan batu kapur yang dipanaskan untuk membuat campuran cair lain yang disebut terak. Ini dituangkan secara terpisah dan kadang-kadang digunakan untuk membuat semen. Setrika cair diambil untuk dibersihkan dan dicampur dengan logam cair lainnya. Campuran yang dihasilkan kemudian mengeras menjadi baja.