Catatan Perkuliahan

Catatan Kecil: Otak Pria dan Otak Wanita

Catatan Perkuliahan

Sepanjang sejarah, menjadi sangat jelas bahwa pria dan wanita tidak hanya menyukai hal yang berbeda, tetapi juga berpikir secara berbeda. Studi terbaru tentang otak tampaknya mengkonfirmasi hal ini, karena otak pria dan wanita terbentuk dari program genetik yang berbeda, yang menghasilkan sejumlah besar variasi anatom.

Ternyata otak pria dan wanita agak berbeda dalam hal arsitektur dan aktivitas. Belum lama ini, ahli saraf percaya bahwa perbedaan antara otak terbatas pada daerah yang mengontrol perilaku; namun, beberapa bagian korteks frontal, yang terkait dengan respons emosional, lebih besar pada wanita sedangkan korteks parietal lebih besar pada pria, terkait dengan persepsi ruang.

Ahli saraf telah menemukan perbedaan anatomi, kimia, dan fungsional antara otak pria dan wanita. Juga variasi otak di daerah yang berhubungan dengan bahasa, memori, emosi, penglihatan, pendengaran dan navigasi. Selain itu, otak laki-laki lebih besar.

Dengan penjelasan di atas, kita dapat memastikan bahwa seks memengaruhi cara kerja otak, misalnya: wanita memiliki lebih banyak neuron di lobus temporal, terkait dengan pemahaman dan pemrosesan bahasa. Pria menggunakan sekitar 7.000 kata sehari, sementara wanita menggunakan sekitar 20.000.

Studi terbaru menunjukkan bahwa setidaknya beberapa perbedaan jenis kelamin dalam fungsi kognitif bukanlah hasil dari budaya atau perubahan hormonal, tetapi berasal dari kelahiran.

Dalam banyak kasus, gender membedakan kimia dan konstruksi otak, yang memengaruhi cara pria dan wanita merespons lingkungan dan cara mereka mengingat saat-saat stres. Juga telah ditunjukkan bahwa amigdala ( yang mengontrol emosi, perilaku sosial dan seksual) lebih besar pada pria daripada pada wanita, hipokampus (berhubungan dengan memori jangka pendek) lebih panjang pada wanita daripada ketika wanita kita pikir kita menggunakan bagian yang lebih besar. otak dan bahwa wanita lebih rentan terhadap efek obat-obatan, selain fakta bahwa kita menjadi lebih cepat kecanduan.

Perjuangan abadi untuk mencapai pengakuan kesetaraan antara laki-laki dan perempuan, akan terus menjadi dilema karena dari otak kita menyadari bahwa kita berbeda, sangat berbeda.